Hampir genap sebulan Ramadhan menghampiri kita. Umat Islam menyambut dengan suka cita. Banyak yang memperbaiki penampilan menjadi lebih sopan. Pergaulan juga dibatasi dengan dalih sedang berpuasa dan menahan nafsu. Banyak yang memperbanyak amal ibadahnya. Memperbanyak sholat berjama’ah, tilawah kalau bisa khatam qur’an sekali atau bahkan dua kali, sedekah dan zakat tak lupa dikeluarkan, tiap hari sholat tarawih di masjid, memperbanyak amalan sunnah dan sholat malam. Mereka berlomba-lomba untuk memperbanyak amal ibadah dan memperbaiki diri karena Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan rahmat.
Dan ketika Ramadhan berlalu, apa yang terjadi? Banyak dari kita yang kembali pada kebiasaan masing-masing. Penampilan buka-bukaan, pergaulan tidak ada batasnya. Amal ibadah pun berkurang kadarnya. Pergi ke masjid kalau tidak malas, tilawah cukup satu lembar sehari, sedekah dan zakat pun dikeluarkan kalau tidak lupa, amalan sunnah dan sholat malam pun mulai ditinggalkan. Lantas apa gunanya memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan jika di bulan selain Ramadhan kita menyepelekan amal ibadah kita? Apakah kita memperbanyak amal ibadah hanya karena Allah melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan, lantas kita bisa bermalas-malasan di bulan yang lain karena Allah tidak melipatgandakan pahala di luar bulan Ramadhan. Pada hakekatnya, tanpa pemahaman tuntunan syariat puasa, hakikat puasa dan nilai-nilai puasa, puasa yang dijalani tidak akan memberi pengaruh yang positif yaitu berupa peningkatan taqwa dan hanya menjadi rutinitas belaka yang tidak ada manfaatnya, sehingga kita hanya menjadi orang-orang yang merugi. Seperti hadist Rasulullah, “Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah)
Seseorang yang dianggap sukses adalah yang bisa membawa semangat ruhiyah Ramadhan pada sebelas bulan yang lain, yaitu yang bisa melaksanakan konsistensi beramal saleh dan menjaga pengendalian diri. Jadi tidak hanya di bulan Ramadhan saja. Maka ketika Ramadhan berlalu, kita bisa mempertahankan kualitas amal ibadah dan pengendalian diri kita di luar bulan Ramadhan seperti kita laksanakan di bulan Ramadhan. Bahkan kita harus selalu memperbaiki diri tidak hanya di bulan Ramadhan saja, baik itu menyangkut penampilan, pergaulan maupun amal ibadah kita. Mengenai siapa-siapa yang sukses di bulan Ramadhan hanya Allah yang mengetahui tingkatan taqwa seseorang. Kita hanya berusaha untuk meningkatkan ketaqwaan kita tidak hanya di bulan Ramadhan namun juga di sebelas bulan yang lain. “Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertaqwa.” (QS An Najm : 32)
Pada akhirnya, tulisan diatas adalah muhasabah untuk diri saya sendiri. Semoga saya bisa mempertahankan semangat ruhiyah Ramadhan di luar bulan Ramadhan sehingga saya bisa selalu memperbaiki diri. Semoga Allah memberi kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadhan yang akan datang. Amien.
Ramadhan berlalu, dan umat Islam akan menyambut datangnya hari yang fitri. Tak lupa saya mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, Shiyamana wa shiyamakum, Kullu ‘amin wa antum bi khoir (Semoga Allah menerima amal kami dan amal anda, puasa kami dan puasa anda, semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan), amien. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1428 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ATAS SEGALA SALAH DAN KHILAF


Oktober 10, 2007 pukul 2:58 am
Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H
Taqabalallahu minna wa minkum, shiamanaa wa shiamakum…
Mohon maaf lahir dan bathin yaaa Lin…
Oktober 10, 2007 pukul 3:28 am
wah…bener-bener, mudah-mudahan saya nggak jadi lebih buruk daripada sebelum Ramadhan…
but BTW, met idul fitri 1428 yaaa..
Oktober 10, 2007 pukul 4:26 am
met idul fitri.. mohon maaf lahir batin
)
(kenal aja belum, udah main minta maaf aja
Oktober 10, 2007 pukul 4:40 am
Selamat hari raya Idul Fitri 1428 H
Taqabalallahu minna wa minkum, shiamanaa wa shiamakum…
Mohon maaf lahir batihn
Oktober 10, 2007 pukul 7:27 am
aq juga mo ngucapin minal aidzin wal faidzin ni mohon ma’af lahir batin <——sok kenal ya….
lam kenal ya…..
Oktober 10, 2007 pukul 9:34 am
mohon maaf lahir dan bathin!!
met lebaran yaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh !!!
Oktober 10, 2007 pukul 3:14 pm
selamat berlebaran…mohon maaf lahir bathin…
Oktober 11, 2007 pukul 1:35 am
mohon maap lahir batin…
Oktober 11, 2007 pukul 2:02 am
ikan sepat dicokot kuro
menawi lepat njaluk sepuro
met lebaran juga ya, minal aidin wal waidzin..
Oktober 11, 2007 pukul 2:39 am
Apakah kita memperbanyak amal ibadah hanya karena Allah melipatgandakan pahala di bulan Ramadhan, lantas kita bisa bermalas-malasan di bulan yang lain karena Allah tidak melipatgandakan pahala di luar bulan Ramadhan. Pada hakekatnya, tanpa pemahaman tuntunan syariat puasa, hakikat puasa dan nilai-nilai puasa, puasa yang dijalani tidak akan memberi pengaruh yang positif yaitu berupa peningkatan taqwa dan hanya menjadi rutinitas belaka yang tidak ada manfaatnya, sehingga kita hanya menjadi orang-orang yang merugi. Seperti hadist Rasulullah, “Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja.” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah)
Gak banyak orang yang bisa berpikir kayak ini………….. siapakah manusia hingga bisa menambah kemuliaan Allah?
Oktober 11, 2007 pukul 6:34 am
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H”
Mohon Maaf jeng kalo ada komentar-komentar saya yang di blog ini yang ndak berkenan di hati
Oktober 12, 2007 pukul 3:46 am
Met Idul Fitri,..
met kumpul dengan orang tersayang
maap lahir&batin yaa..
Oktober 24, 2007 pukul 7:29 pm
Ya katakanlah Ramadhan bulan latihan … kebiasaan baik dilanjutkan pada 11 bulan berikutnya, ya toh. Selamat Idul Fitri yang terlambat
Oktober 25, 2007 pukul 4:08 am
Tul mas Ersis, Ramadhan boleh berlalu, tapi mental ber ramadhan harus terus kita pelihara.
Oktober 26, 2007 pukul 2:32 pm
mba lintang.met idul fitri yach.mafin aku kalo ada salah dalam blog mba lintang.gimana mudiknya?
Oktober 28, 2007 pukul 1:24 am
ramadhan emang sudah lewat… karenanya, tulisan di atas untuk mengingatkan kita agar jangan lupa yaa dengan ramadhan… boleh juga diintip saya juga juga mau <a href=http://santribuntet.wordpress.com/2007/10/20/halal-bhalal/” met lebaran nih yaa mbaktang.. eh mbak Lin.
Oktober 28, 2007 pukul 1:25 am
Halal bihalal
Oktober 29, 2007 pukul 2:58 am
sama-sama…
mohon maaf lahir dan bathin
November 10, 2007 pukul 9:04 pm
Taqabbal.. yaa kariim