Maka Allah Bersamamu

Ini adalah salah satu kisah hikmah yg ada dalam buku “Maka Allah Pelindung Kita” karya Khalid Abu Shalih

Seorang perempuan yg sedang dirundung duka mengisahkan kekuatan hatinya yang penuh tawakal pada Allah dalam menjalani kehidupan berat di dunia ini.

Aku sedang menanti kelahiran bayiku, ketika tiba-tiba dunia terasa sempit karena suamiku dipenjara secara zalim. Ketika suamiku berada dalam penjara, Allah mengaruniaiku dengan seorang anak perempuan yang cantik. Aku bersyukur kepada-Nya.

Hari berlalu, aku dan anakku yg masih kecil tinggal di rumah kami yg mungil. Tak ada seorang pun yg sudi bergaul dg kami, seolah hukuman zalim yg ditimpakan suamiku turut menimpa kami sekeluarga. Sungguh tepat sabda Rasulullah saw. “Dunia adalah penjara bagi orang-orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (H.R. Muslim)

Pada suatu malam, anakku menderita sakit keras. Dia berteriak dan menangis karena sakit yg dideritanya. Aku tak bisa berbuat apa-apa, kecuali berdoa, “Siapa yang aku miliki selain Engkau wahai Tuhanku, kepada siapa aku bertawakal selain kepadaMu, dan selain Engkau kepada siapa aku dapat merasa cukup?” Aku terus memanjatkan doa dan memohon kepada Allah agar anakku sembuh, karena aku tdk memiliki apa2. Tak ada harta, tak ada dokter, tak ada obat. Bahkan, selama ini aku sering tidur dg perut kosong. Aku duduk di dekat anakku. Kesedihan dan deritaku menyatu dg kelamnya malam dan rintihan hati. Mendung menggelayuti mataku, air mata mulai menetes, menjadi sungai di relung pipiku.

Sampai menjelang pukul dua tengah malam yang gelap itu, dengan hati yg menjerit aku msh terus berdoa kpd Tuhanku. “Tok..tok..tok!” Tiba2 terdengar pintu diketuk. Aku berlari ke arah pintu dan berseru, “Siapa?”

“Dokter,” terdengar jawaban dr luar.

Aku langsung membuka pintu, aku melihat seorang dokter dg tasnya berdiri di pintu.

“Assalamu’alaikum,” dokter itu mengucapkan salam. “Mana anak yg sakit?” tiba2 dia bertanya.

Aku terkejut dg pertanyaannya, dg gugup aku jawab, “Ada di dalam.”

Dokter masuk, memeriksa anakku dan menuliskan resep. Setelah selesai dia berdiri di pintu rumah. “Ayo cepat,” katanya padaku.

“Apa yg kamu inginkan, dok?” tanyaku.

“Apa yg aku inginkan? Aku ingin bayaranku,” jawabnya.

“Tapi demi Allah, aku tidak punya apa-apa,” jawabku.

Mendengar jawabanku, dokter itu berkata, “Tidak malukah kamu, kamu bangunkan aku dan memaksaku pergi tengah malam seperti ini, dan sekarang kamu bilang bahwa kamu tidak punya apa-apa untuk membayarku?”

“Demi Allah, aku tidak pernah membangunkanmu, aku juga tidak pernah menghubungimu. Tidak ada telepon di rumahku,” aku menyergah.

Dokter itu terkejut dan berkata, “Bukankan ini rumah Fulan Bin Fulan?”

“Bukan dok, rumah orang itu di seberang sana,” jawabku.

Air mata dokter itu meleleh, ia berkata, “Apa yang terjadi padamu wahai saudariku?”

Aku kemudian menceritakan padanya apa yg aku alami.

Dokter itu pergi dg air mata menggenangi kedua matanya. Kemudian dia mengirimkan obat dan makan malam untukku dan mengirimkan uang bulanan untukku, begitu seterusnya sampai dg perkenan Allah suamiku keluar dr penjara.

Maha suci tuhan langit dan bumi.

Maha suci Dia yg tak pernah tidur.

Tuhanku, beruntunglah orang yg menyeruMu,

“Aku datang kebaikan padanya dan terkabul permohonannya. Tuhanku, Engkau sudah bilang, “Mintalah pada-Ku, maka akan Aku beri.”

Ini hambaMu memohon padamu, duhai Zat tempatku bertawakkal (“Aniin Al-Qulub” hal 20-23)

7 Balasan ke Maka Allah Bersamamu

  1. Alief mengatakan:

    lumayan….

  2. burhanshadiq mengatakan:

    itu karangan apa cerita nyata? kalo karangan kayaknya kurang natural. kalo kisah nyata, bolehlah sebagai pelajaran. hehehe maafkan kesannya gimana gitu komennya.

  3. Puan mengatakan:

    ya…ya…ya…
    Kira-kira si gitu, walaupun Allah maha tahu, kita harus memberitahu kepadanya apa yang kita mau

  4. xwoman mengatakan:

    ini kisahmu Lin???:mrgreen:

    disana kita bisa melihat bukti Allah itu Rahman dan Rahim

  5. xwoman mengatakan:

    kurang Maha… ulangi lagi ah komennya

    ini kisahmu Lin???:mrgreen:

    disana kita bisa melihat bukti, bahwa Allah itu Maha Rahman dan Maha Rahim

  6. Lintang mengatakan:

    @peyek
    ehm…kehabisan kata2 ya??

    @Alief
    lumayan itu nama warung makan favortiku loh hehe…

    @burhanshadiq
    InsyaAllah itu cerita nyata. Saya ambil cerita itu dari buku berhikmah.

    @Puan
    Yup kira2 begitu

    @xwoman
    Ada ada aja kamu ini X, masa aku udah punya suami dan anak?? hehe…
    Yah memang Allah adalah maha Rahman dan Rahim🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: