My Mum is Amazing

Song by Naadira Ali
Written by Zain Bhikha

She wakes early in the morning with a smile
And she holds my head up high
“Don’t you ever let anybody put you down
Coz you are my little angel”
Then she makes something warm for me to drink
Coz it’s cold out there, she thinks
Then she walks me to school – yes, I ain’t no fool
I just think my mum is amazing

She makes me feel
Like I can do anything
And when she’s with me
There’s nowhere else I’d rather be

After school, she’s waiting by the gate
I’m so happy that I just can’t wait –
To get home to tell her how my day went
Eat the yummy food only my mum makes
Then I wind her up coz I don’t want to bath
And we run around the house with a laugh
No matter what I say, she gets her way
I think my mum is amazing

She makes me feel
Like I can do anything
And when she’s with me
There’s nowhere else I’d rather be

In the evening, she tucks me into bed
And I wrap my arms around her head
Then she tells me a tale of a girl far away
Who one day became a princess
I’m so happy I don’t want her to leave
So she lies in bed with me
As I close my eyes, how lucky am I
To have a mum that’s so amazing

She makes me feel
Like I can do anything
And when she’s with me
There’s nowhere else I’d rather be

Then I wake up in the morning she’s not there
And I realise she never was
And I’m still here in this lonely orphanage
With so many just like me
And as my dreams begin to fade
I try hard to look forward to my day
But there’s a pain in my heart that’s a craving
How I wish I had a mum that’s amazing
Would be amazing

It’s a wonderful song. It describes an imagination of a child to have a mother that loves her and always be inside her whenever she needs. But at the end of the song, the child realizes that she’s just an orphan who lives in an orphanage. But she still wishes to have a mum that’s amazing.

Listening to this nasyid make me always grateful to Allah because today I still have my whole parent. My dad who is wise and always protects me, and also my mom who always loves me and always call me almost everyday just to hear my condition.

Today is your birthday, mom. I hope that you always get protection from Allah and always be my mum that’s amazing. Thank you Allah for giving me mum that’s amazing.

9 Balasan ke My Mum is Amazing

  1. dho mengatakan:

    Ibu “Pembohong”

    Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan bahagian nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

    Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia dapat memberikan sedikit makanan bergizi untuk pertumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan suduku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DUA

    Sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak mancis untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kepentingan hidup. Di kala musim sejuk tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak mancis. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Cepatlah tidur nak, aku tidak penat” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TIGA

    Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi loceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE EMPAT

    Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai keperluan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang pakcik yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE LIMA

    Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pencen. Tetapi ibu tidak mahu, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, tetapi ibu berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya ada duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE ENAM

    Setelah lulus dari ijazah, aku pun melanjutkan pelajaran untuk buat master dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universiti ternama di Amerika berkat sebuah biasiswa di sebuah syarikat swasta. Akhirnya aku pun bekerja di syarikat itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mahu menyusahkan anaknya, ia berkata kepadaku : “Aku tak biasa tinggal negara orang” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE TUJUH

    Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanser usus, harus dirawat di hospital, aku yang berada jauh di seberang samudera atlantik terus segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perit, sakit sekali melihat ibuku dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KE DELAPAN.

    Setelah mengucapkan kebohongannya yang kelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : “Terima kasih ibu..!” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pasangan kita, kita pasti lebih peduli dengan pasangan kita. Buktinya, kita selalu risau akan kabar pasangan kita, risau apakah dia sudah makan atau belum, risau apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah merisaukan kabar dari orangtua kita? Risau apakah orangtua kita sudah makan atau belum? Risau apakah orangtua kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi… Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orangtua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

    Met Ultah buat ur mom!

  2. Laksono mengatakan:

    wah baca tulisan lintang bagus…
    baca koment pertama… kaget panjang banget …:)
    nulis apaan sih di komen males bgt bacanya

  3. Funkshit mengatakan:

    koment yang pertama sudah sering baca di milis ama forum

  4. suandana mengatakan:

    Jadi kangen Bunda… telpon ah…
    Ah iya, maaf… Met ultah buat ibunya Lintang (telat dikit dak pa-pa kan…). Semoga dilimpahi umur yang barakah…

  5. […] Taut Tetap ke My Mum is?Amazing […]

  6. Diah (istrinya Aldo) mengatakan:

    Hmmm … Having a mom is sweet and wonderful … Siiip !!!

  7. celen mengatakan:

    ahh… it”s true……….
    wonderful experience is only with mom..
    so i very miss with my mom…..
    jdi kya nak mami gt sehhhh…………

  8. ummi rifda mengatakan:

    Baca tulisan Mbak Lintang aku sedih banget, (sambil bercucuran air mata) hari ini adalah ulang tahun ibuku yang ke “59”. Ulang Tahun yang tidak pernah dilewatinya, karena beliau udah nggak ada sejak 19 juni 2006. Apalagi Romadhon seperti ini….kangeeeeen bener, bener-bener nggak enak nggak ada ibu. Kebetulan hari ini aku baca tulisan Mbak Lintang pas Ulang Tahun Mama ku. Mamaku juga orang Surabaya, rumah kakekku di daerah Gubeng, tapi sejak menikah dengan Ayahku, pindah ke Sumatera. Anakku juga bernama Rifda, salam kenal ya Mbak Lintang

  9. help back pain mengatakan:

    Its such as you learn my thoughts! You seem to understand so much approximately this,
    such as you wrote the ebook in it or something.
    I feel that you could do with a few % to power the message home a little bit, but other than that,
    this is excellent blog. A great read. I will certainly be back.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: