Road To Balikpapan

Ini sudah kedua kalinya aku ke Balikpapan. Pada kesempatan yang pertama aku naik pesawat ke Balikpapan. Untuk kali ini aku naik bis karena memang sppd naik bis, selain itu mumpung ada temannya dan ingin merasakan bagaimana perjalanan ke Balikpapan naik bis. Kalo disini tdk seperti di jawa, di jawa kita bisa langsung ke terminal dan naik bis sesuai kehendak kita. Kalo disini kita harus pesen dulu, beli tiket supaya dapat tempat duduk. Harga tiket dari banjarbaru ke balikpapan adalah 115 ribu. Ada beberapa armada bis yang melayani perjalanan ke balikpapan maupun ke samarinda. Antara lain bis Gelora, Pulau Jaya Indah dan Samarinda Lestari. Kebetulan aku pesen tiket di Pulau Jaya Indah, namun saat hari H bisnya ganti menjadi Samarinda Lestari. Ternyata dua armada bis itu dalam satu perusahaan yang sama. Diperkirakan Banjarbaru Balikpapan itu memakan waktu 12 jam perjalanan. Wow sama aja perjalanan Surabaya Jakarta yah.

Hari Selasa sore jam 14.30 wita aku udah siap2 nunggu di depan Hotel Anggrek, soalnya aku meminta untuk dijemput disana. Nunggu hampir sejam akhirnya bisnya datang. Aku dapat no tempat duduk 13 dan temanku 14. Kebetulan duduk dekat jendela, jadi bisa menikmati suasana sekitar. Bisnya lumayan nyaman, ya hampir mirip bis patas di Jawa. Bismillah, aku melakukan perjalanan ke Balikpapan. Kalau diitung-itung, dengan asumsi lama perjalanan 12 jam harusnya nyampe di Balikpapan sekitar waktu subuh atau pukul 4.30 wita. Ya nanti kita liat aku nyampe sana jam berapa hehe.

Selama perjalanan aku udah bayangin seperti melakukan perjalanan yang biasa aku tempuh di Jawa. Bisnya yang ngebut, suka nyalip kendaraan lain, mau menang sendiri, nggak semua terminal disinggahi. Dari Banjarbaru ke Martapura jalannya bis lambat banget, mungkin karena bisnya harus menjemputi penumpang satu persatu dan juga karena jalannya yang sempit dan juga sering berpapasan dengan truk batubara. Jadi maklum aja kalau jalannya bis lambat. Namun ternyata dugaanku salah besar. Keluar dari Martapura jalannya bis tetap lambat. Bis ini juga menaikkan penumpang yang tanpa tiket maksudnya menerima penumpang yang nyegat di pinggir jalan. Mungkin ini penghasilan tambahan buat sopir dan kenek bis. Dalam perjalanan kali ini, yang membuat aku heran adalah setiap ada orang jualan makanan khas daerah tersebut pasti bis ini berhenti. Seperti di Kandangan, bis berhenti di tempat orang jualan Dodol Kandangan. Daerah Kandangan ini memang terkenal dengan khasnya yaitu dodol dan ketupat Kandangan. Kenapa dodol kandangan sangat terkenal?? Sebenarnya saya juga tidak tau, namun mungkin karena di daerah lain tdk ada penghasil dodol seperti di daerah Kandangan ini makanya dodol Kandangan jadi terkenal. Saya pikir hanya sedikit orang yang turun bis untuk membeli dodol, ternyata banyak juga yang turun untuk membeli dodol entah itu untuk oleh2 ataupun untuk dimakan sendiri. Dodol ini rasanya manis banget, namun saya tidak begitu doyan karena rasa manisnya itu yang menurutku berlebihan atau karena aku ini sudah manis kali ya hehe. Berbagai macam aneka rasa yang ditawarkan, ada rasa durian, rasa kelapa muda, rasa kacang. Selain dodol ada juga wajik dan rimpi. Hmm emang semuanya rasanya manis. Mungkin kalo pak Bondan yang mendeskripsikan rasa dodol itu, pasti banyak temen2 yang pengen ngerasain manisnya dodol, rasanya nendang banget.

Dodol Kandangan1

Dodol Kandangan2

Sepintas perjalanan kali ini serasa ikut tur darmawisata. Perjalanannya nyantai, pelan dan sering berhenti entah itu menaikkan penumpang atau singgah di terminal atau singgah di rumah makan. Aku jadi berpikir, kapan nyampai di Balikpapan, padahal besok pagi jam 8.30 wita aku harus menghadiri acara sosialisasi aplikasi. Karena kepikiran itu akhirnya aku jadi was-was, takut kalau besok terlambat. Coba bayangkan, biasanya perjalanan dari banjarbaru ke barabai hanya memerlukan waktu 3 jam, tapi kali ini harus ditempuh selama 5 jam. Bahkan di Barabai pun bis berhenti di tempat orang jualan apem barabai, karena emang barabai terkenal dengan khasnya yaitu apem barabai. Wuih emang ikut tur darmawisata kali yaaa… Yah untuk menghilangkan kekhawatiranku, akhirnya aku berusaha untuk tidur.

Sekitar jam 11 malam, bis berhenti di tempat pemberhentian di daerah Tanjung. Banyak orang2 yang ngopi dan ngemi. Aku turun untuk sholat. Ternyata perjalanan masih panjang hiks. Habis dari tempat pemberhentian aku nggak bisa tidur lagi. Kiri kanan jalan sudah gelap banget dan isinya hanya pepohonan dan hutan. Jalan udah mulai berkelok-kelok dan naik turun. Kecepatan bis pun rupanya sudah bertambah dan nggak pelan lagi. Mungkin karena sudah sedikit kendaraan yang lewat dan jalannya pun sepi. Jadi bis bisa sedikit ngebut. Aku hanya bisa berdoa semoga aku sampai di Balikpapan dengan selamat. Dan mencoba untuk tidur lagi.

Kira2 jam 4.30 wita akhirnya bis tiba di Penajam Kaltim. Bis berhenti di pelabuhan karena harus ngantri untuk nyebrang teluk Balikpapan. Kupikir nunggunya sebentar aja, ternyata hampir satu setengah jam nunggu, bis baru bisa nyebrang naik feri. Jam 6 pagi bis masuk feri. Aku udah mulai ketir2, soalnya waktunya udah mepet banget. Kira2 satu jam di feri, akhirnya bis udah nyampai di seberang. Perjalanan pun dilanjutkan menuju pool bis. Jadi kalau diitung-itung, perjalanan kali ini tidak menghabiskan waktu 12 jam namun hampir 16 jam!!! Bener2 pengalaman yang berat. Akhirnya aku nyampai lagi di Balikpapan deh. Setengah jam perjalanan, bis udah masuk ke pool bis di Jl. Soekarno Hatta Balikpapan. Jam udah menunjukkan pukul 7.30 dan saat itu masih harus nunggu jemputan. Eh ternyata nunggu setengah jam lagi baru jemputannya datang, sudah dipastikan kali ini aku terlambat. Belum cek in ke hotel, mandi, dandan dan sebagainya. Harus bener2 kilat nih. Jam 8.30 cek in ke Hotel Nuansa Indah dan cepet2 mandi deh. Akhirnya jam 9.00 aku dan temanku meluncur ke Hotel Zurich untuk mengikuti acara. Emang sampai sana cuma dari Kalselteng aja yang telat. Malu euy…mereka nunggu kita, baru dimulai acaranya. Jadi semua pada tau ceritanya kalo kita naik bis dan baru nyampe pagi tadi. Ada temen2 dari sulawesi yang komentar gini “kenapa nggak naik pesawat?? kan capek perjalanan bis…12 jam lagi, ntar pulangnya naik bis lagi ya…” Yaah emangnya kita ini level pejabat yang bisa sppd naik pesawat ke Kaltim. Dulu pas pertama kali ke Balikpapan emang aku naik pesawat soalnya barengan sama bos. Tapi karena kali ini yg brkt sama2 staf, jadi sppd nya cukup naik kendaraan umum…nasib. Tapi kita perwakilan dari Kalselteng jadi terkenal nih haha… Eh ada yang lebih telat, perwakilan dari Papua malah datangnya jam 15.00 padahal acaranya selesai jam 17.00 Nah lo…kita bukan satu2nya yang telat deh…

Ada peristiwa yang mendebarkan ketika aku melakukan perjalanan pulang. Sekeluar dari pelabuhan kira2 jam 16.30, tepatnya di daerah Penajam, bis berhenti tiba2 di jalan karena ada penumpang yang mau naik. Sementara dari arah belakang ada truk kelapa sawit yang mau mendahului bis. Namun karena bisnya tiba2 berhenti dan truk itu terlanjut nyalip akhirnya badan truk mepet dengan pembatas jalan dan badan bis sehingga menyebabkan truk berhenti mendadak dan nggak bisa maju ataupun mundur. Para penumpang pada kaget dan sontak berhambur melihat kondisi truk. Alhasil sopir truk pun marah2. Sopir bis pun meminggirkan bisnya dan turun untuk melihat kondisi badan bis. Akhirnya terjadi perdebatan sengit antara sopir bis dan sopir truk. Sopir truk bersikeras marah2 dan tidak mau damai. Celakanya ada oknum polisi yg waktu itu tdk memakai seragam mengetahui kejadian tersebut. Oknum itu pun langsung memanggil teman2nya. Yaah akhirnya mereka harus berurusan dengan polisi. Urusan pun jadi runyam. Kami para penumpang harus menunggu utk waktu yang lama sementara sopir bis harus menyelesaikan masalah itu. Denger2 ternyata sopir truk sawit itu mengangkut kelapa sawit melebihi batas yang diijinkan. Akhirnya sopir truk beserta truknya dan salah satu awak bis pun dibawa ke kantor polisi. Kami pun melanjutkan perjalanan. Di salah satu rumah makan bis berhenti dan kami pun mendapat jatah makan. Setelah selesai makan, perjalanan dilanjutkan. Kali ini jalannya bis agak ngebut, namun tiba2 kami para penumpang jadi was was karena tiba2 di depan bis sudah ada truk kelapa sawit. Awalnya aku mengira itu adalah truk kelapa sawit yang lain, namun melihat gelagatnya yg nggak mau ngasi jalan buat bis, rupanya itu adalah truk kelapa sawit yang terlibat cek cok dengan bis ini. Kami semua jadi khawatir. Sang sopir pun rupanya gusar menghadapi truk yang nggak mau ngalah dan tdk membiarkan bis untuk menyalip truk tersebut. Ketika jalan sepi dan nggak ada kendaraan dari arah depan, bis pun memberanikan diri utk menyalip truk. Namun rupanya truk hanya minggir sedikit dan ketika bis sudah sejajar dengan badan truk, truk itu merapatkan diri dengan bis dan berusaha untuk ngedek (maksudnya membuat bis oleng dan bisa menyebabkan bis ambruk). Para penumpang sontak kaget dan ada penumpang wanita yang menjerit karena ada beberapa kardus barang yang jatuh. Untungnya sopir bis ini cekatan sehingga bis tidak sempat oleng dan menambah kecepatan supaya bisa menyalip truk. Akhirnya bis bisa menyalip truk dan kali ini kecepatan bis sangat tinggi. Mungkin khawatir truk kelapa sawit itu mengejar bis. Aku hanya bisa berdoa semoga kami semua selamat sampai di tujuan. Karena waktu itu kami baru memulai perjalanan dan masih ada waktu semalaman yang harus kami tempuh dan baru keesokan paginya sampai tujuan. Dalam keadaan seperti ini, mungkin barulah kita mengingat Allah. Mungkin kita sering lupa sama Allah apalagi kalau kita dalam keadaan senang dan bahagia. Namun ketika kita dalam keadaan terjepit barulah kita mengingat Allah. Semoga kita termasuk orang2 yang selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan.

Truk Sawit

Kali ini perjalanan begitu terasa mendebarkan dan tidak seperti ketika berangkat. Bis cenderung ngebut dan keesokan paginya pas subuh kami sudah sampai di Banjarbaru lagi. Kira2 perjalanan kali ini memakan waktu 14 jam, karena kami harus berhenti utk beberapa waktu yg lama karena ada sengketa antara sopir bis dan sopir truk. Diatas itu semua aku harus bersyukur kepada Allah karena kali ini Allah benar2 melindungiku dan akhirnya aku tiba di rumah dengan selamat. Jumat pagi aku nyampe rumah dan kali ini aku sengaja tidak masuk kantor. Badan rasanya lelah dan mata rasanya lengket soalnya semalaman hampir tidak bisa tidur. Alhamdulillah…perjalanan yang benar-benar melelahkan.

13 Balasan ke Road To Balikpapan

  1. GWnya mengatakan:

    iy ntang…perjalanan naik bis ke BPP bener2 membosankan…gk enak bgt…klo gw mending naek pswt dach ..beda2 tipis ini..n gk begitu lama capeknya…n gw pernah dapet pengalaman yg jelek bgt…itu bis malah berhenti di tanjung tengah malam ampe pagi krn lampu bis nya koit..n akhirnya gw nyampe bpp jam 12 dach..untung acr gw mulai jam 13.00 di hotel yg sama….

    iya nih, makanya lain kali aku pikir2 dulu kl disuruh dines k BPP naik bis emang bisa nolak perintah??😀

  2. Laks mengatakan:

    lain kali naik pesawat aja deh… lama banget kayaknya.
    makain rajin jalan2 ya

    hehe lha disuruh dines kok mas, ya sekalian jalan2 kl gitu

  3. riza mengatakan:

    gambarnya kok gak ada yang menarik mbak? ups ma’af :p

    emang g minat utk ambil gambar kok, jd iseng2 aja jepret sana sini :p

  4. pink mengatakan:

    halo mbak, salam kenal ya. sori ga ngomen ttg postingan, salam kenal dulu. okeh?

    mangga…mangga…silakan mampir. salam kenal juga….tengkyu ya udah mampir😉

  5. peyek mengatakan:

    kapan road to my blog? ada kucing agresif loh… hehehehe…🙂

    aku udah road to blognya cak peyek….tp aku tertipu😦 hehe

  6. suroi mengatakan:

    jadi pengen ke balikpapan neh
    secara aku ga pernah jalan2 ke luar pulan kec medan😦
    sedihna

    dunia bgini luas

    sekali2 luangin waktu utk jalan2….asyik loh bisa tau tempat2 yang baru. kalo aku sih berhubung dines jd sekalian ngeliput perjalanannya🙂

  7. mybenjeng mengatakan:

    jadi teringat perjalanan liburan dari bali kemaren. terjebak banjir di pasuruan. dari rencana tiba jam 5 pagi, baru nyampek rumah jam 5 sore. melelahkan, tapi masih alhamdulilllah…🙂

    wah habis dr bali kah? akhir tahun kmrn aku jg dr bali loh. kok kita g ketemu ya?? hehe….asyik ya bs liburan ke bali

  8. masdhenk mengatakan:

    hehehehe….

    puanjang banget ceritanya…
    sampek bisa jadi cerpen nih🙂

    cerita yang menarik, kapan yah, aku bisa ke balikpapan?

    makasi ya udah baca ceritaku, emang laku ya kl dijadiin cerpen belum pernah ke balikpapan ya? sekali2 sempatin kesana spy tau yg namanya balikpapan pdhl aku ksana jg dlm rangka dines hehe

  9. anggavantyo mengatakan:

    wahh.. cerpen yang baguss..
    ^^b
    salam kenal ya..
    mau ngunjungin situsku+kasih komen??

    makasi udah mampir🙂 salam kenal balik, ok kapan2 aku gantian ngunjungi situsmu

  10. taufik79 mengatakan:

    salam kenal aja

    salam kenal balik, makasi udah mampir

  11. anas mengatakan:

    halo salam kenal.cerita anda semakin mbuat saya pengen ke balikpapan.coz balikpapan & kota2 lainnya di kaltim sangat saya inginkan sbg the next my trip.
    kapan ya dpt cuti dr kantor????kunjungi jg blog saya, byk info ttg trip saya keliling kalsel n kalteng.saya tunggu lho….

  12. naff mengatakan:

    saslam kenal mbak. kapan mampir kekandanga lagi????
    fotonya yang lebih keren donks, ntar dikira orang kandangan itu kota yang jelek.he2x maaf……….
    http://www.kawasah.co.cc
    vrfin.wordpress.com

  13. ana adila mengatakan:

    kalo dari banjarbaru ke Balikpapan naik pesawat biasanya berapan mb…??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: