Khusyuk

Beberapa waktu yang lalu aku membeli buku yang judulnya Meminta dan Mencinta karya Amru Muhammad Khalid. Buku ini termasuk best seller dan isinya sangat-sangatlah bagus. Berisi tentang cara menikmati sholat, doa, zikir, haji dan baca quran. Salah satu isi yang menarik perhatianku adalah bab khusyuk di hadapan Allah-agar sholat menjadi penyejuk hati. Mungkin banyak dari kita yang bisa dibilang sangat sulit untuk khusyuk dalam sholat, bahkan saya sendiri pun mengalaminya. Seringkali kita sholat namun pikiran kita melayang-layang entah kemana. Lagi enak-enaknya membaca Al-Fatihah eh tiba2 kita ingat kalau nanti sore ada janji utk ketemu sm temen atau tiba2 kita ingat ttg pekerjaan yg blm kita selesaikan dan lain sebagainya. Walaupun kita berusaha utk khusyuk namun seringkali tiba2 pikiran itu terlintas begitu saja di kepala kita. Ternyata salah satu faktor yg menghalangi manusia utk bs khusyuk dlm sholat adalah tolehan dan gerakan badan yg sia2, serta lalai dlm sholat. Mungkin banyak dari kita yang gerakan sholatnya cepat sekali bahkan kecepatannya mengalahkan ayam yang sedang mematuk sehingga kepalanya tatkala sujud tdk sampai menyentuh tanah, atau menyempatkan sholat ditengah2 acara televisi favorit kita waktu iklan sehingga secepat mungkin menyelesaikan sholat spy tdk tertinggal acara televisi yg kita tonton, atau ada jg yg mencuri-curi kesempatan utk mengetahui jam berapa saat kita sholat. Aku jd teringat waktu aku msh kecil, aku sering melihat jam ketika sholat tarawih di musholla dekat rumah. Yang ada dipikiranku saat itu, kapan tarawihnya selesai karena sudah ngantuk atau krn ada acara teve yg ingin kutonton. Aku jd malu kalo ingat kejadian itu. Karena ternyata sholat dg model seperti itu adalah model-model yg tertolak.

Dalam suatu kisah diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah duduk di masjid, tiba2 ada seseorang yang masuk kedalam masjid dan menyapa beliau. Kemudian orang itu pun sholat, selesai sholat dia menemui Rasulullah dan beliau pun berkata “Sholatlah sebab engkau belum sholat”. Kemudian orang itu pun sholat lg, dan setelah selesai sholat, Rasulullah pun berkata bahwa org tsb msh blm sholat. Begitu berulang2 sehingga org tsb bertanya kpd beliau, “Demi zat yang mengutusmu pada kebenaran, aku tdk bs mengerjakan yg lebih bagus dr itu. Ajarkan padaku ya Rasulullah.” Kemudian Rasulullah berkata, “Jika engkau hendak mengerjakan sholat, bertakbirlah. Lalu bacalah ayat2 Al-Quran yg ringan bagimu. Setelah itu, rukuklah dg tenang (thuma’ninah), lalu i’tidal dg berdiri. Kemudian sujudlah dg thuma’ninah, setelah itu duduk secara thuma’ninah, lalu sujud lg dg thuma’ninah. Usahakan semua itu ada dlm sholatmu.” Subhanallah, sebenarnya Rasulullah telah mengajarkan kpd kita bagaimana sholat yg benar. Bahwa intinya adalah thuma’ninah dan tdk tergesa2. Apakah selama ini kita sudah dg benar2 memahami dan melaksanakan petunjuk dari Rasulullah? Coba kita hitung2 lagi berapa waktu yg kita sisihkan pada saat setiap kali kita sholat. Kalau kita terbiasa sholat dg gerakan cepat mungkin hanya 5 menit yg kita perlukan. Dalam sehari kita sholat 5 kali, jd waktu yg kita perlukan utk sholat 5 wkt adalah 25 menit sedangkan sisa waktu yg lain kita pergunakan utk urusan duniawi. Hanya 25 menit waktu kita utk menghadap Allah, sementara kita ini adalah milik Allah dan kelak apa yg kita lakukan dg waktu kita pasti akan kita pertanggungjawabkan kepada Allah. Saya pun merasa sedih kalau mengingat ternyata waktu yg sy habiskan utk beribadah kpd Allah sangatlah sedikit dibanding aktivitas lain yg tiada gunanya😦 Ya Allah semoga aku bisa menjadi pribadi yg lebih baik lagi.

Ada suatu kisah tentang Abu Thalhah al-Anshari pernah sholat di kebunnya. Ditengah-tengah sholat, ia melihat seekor burung keluar dari kebun. Maka, kedua matanya mengikuti gerakan burung itu sehingga lupa sudah berapa rokaat ia sholat. Ia telah lalai dalam sholatnya. Karena itu dia pergi menemui Rasulullah sambil menangis dan berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah disibukkan oleh seekor burung yg ada di kebun sehingga lupa sudah berapa rokaat sholat yg kulakukan.” “Wahai Rasulullah,” lanjutnya, “kebun itu kusedekahkan di jalan Allah. Terserah engkau akan digunakan utk apa. Semoga Allah mengampuni dosaku.” Sungguh aku sangat kagum akan tindakan Abu Thalhah al-Anshari. Beliau begitu takutnya jika sholatnya tdk diterima Allah sehingga menyedekahkan seluruh kebunnya di jalan Allah. Sementara kita, mungkin sudah menjadi hal yg biasa ketika ditengah2 sholat kita lupa sudah berapa rokaat sholat kita karena pikiran kita yg melayang2 ketika sholat dan kita pun merasa biasa saja dan tdk khawatir sholat kita akan diterima atau tidak. Mungkin kita berpikir, urusan diterima atau tidak adalah urusan Allah yang penting kita sudah menggugurkan kewajiban kita. Namun pernahkah kita berpikir, bahwa sebenarnya Allah menyuruh kita utk mendirikan sholat, bukan sekedar melaksanakan sholat. Melaksanakan sholat berarti mengerjakannya. Dg hanya mengucap Allahu Akbar, kita sdh berada dlm kondisi sholat, meskipun kita lalai dan lupa. Sementara mendirikan sholat artinya menyempurnakan dan membaguskannya. Seperti ucapan mendirikan rumah, artinya membaguskan, menyempurnakan dan menghiasinya. Setiap kita punya rumah baru, pasti kita akan mempercantik rumah kita spy enak dipandang. Tdk setiap orang yg sholat mendirikan sholat namun setiap orang yg mendirikan sholat berarti telah melaksanakan sholat. Khusyuk merupakan salah satu hal yg membaguskan sholat dan merupakan bagian terpenting dlm sholat. Tanpa khusyuk, sholat terasa berat dan tdk memberi pengaruh, hanya sekedar gerakan saja. Apakah kita tidak ingin mempercantik sholat kita dengan cara berusaha utk khusyuk?

Rasulullah pernah bersabda, “Yang menjadi penyejuk hatiku adalah sholat.” Sholat merupakan letak kebahagiaan dan impian beliau. Ketika menghadapi persoalan atau kerisauan, Rasulullah segera minta tolong kepada Allah melalui sholat. Sementara ketika kita resah, mungkin kita minta tolong kepada manusia lain. Ya Allah, jadikanlah sholat sebagai istirahat dan penyejuk hati kami. Bimbinglah kami agar selalu dan selamanya minta tolong melalui sholat seraya ridha terhadap pertolongan dan taufikMu. Kami memohon utk bisa khusyuk dan merendah di hadapanMu ya Allah. Amien.

8 Balasan ke Khusyuk

  1. mybenjeng mengatakan:

    amin….

    pertamax neeh?🙂

  2. peyek mengatakan:

    “…. dan kebahagianku adalah sholat”

    itu juga kata rasul loh!

  3. kakanda mengatakan:

    Masya ALlah, aku juga masih belum bisa “menikmati” sholatku,…
    JazakiLlah mbak Lintang, mengingatkan

  4. monitor lcd mengatakan:

    artikelnya luar biasa sekali nihh boss

  5. hp sony terbaru mengatakan:

    artikelnya puaannjaaang banget

  6. hp evercoss terbaru mengatakan:

    ternyata blog ini banyak artikel baguss

  7. nokia lumia terbaru mengatakan:

    senang sekali saya bisa berkunjung ke blog ini…..

  8. harga laptop mengatakan:

    mudah2an artikelnya bisa bermanfaat nihhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: